Sejarah Pangandaran

Pangandaran tak bisa dilepaskan hubungannya dengan keberadaan hutan lindung bernama Pananjung, yang terletak di antara Pantai Barat dan Pantai Timur kota kecil tersebut.

Wilayah tersebut, tampaknya sudah dibuka sejak sekitar abad XIV, dengan beberapa bukti peninggalan yang menyiratkan keberadaan sebuah kerajaan kecil, yang masih berhubungan dengan Kerajaan Galuh di bagian utara. Namun baru pada tahun 1922, pemerintah Kolonial mulai memperlihatkan ketertarikannya mengembangkan wilayah tersebut.

Residen Priangan saat itu, Y. Everen, membangun sebuah taman di Pangandaran, sebagai tempat rekreasi dan kemungkinan besar, berburu. Di taman itu ia melepaskan seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina, dan beberapa ekor rusa. Taman itu berkembang, dan terbukti merupakan habitat dari berbagai tanaman langka. Maka pada tahun 1934, satu wilayah di daerah Pangandaran, yang dikenal sebagai Pananjung, ditetapkan sebagai suaka alam dan marga satwa oleh pemerintah kolonial, dengan luas 530 Ha.

Pada masa pendudukan Jepang, hutan lindung tersebut pernah menjadi benteng pertahanan tentara Jepang. Terbukti dengan banyak ditemukan gua-gua Jepang di wilayah tersebut.

Pemerintah Republik Indonesia, pada tahun 1961 meningkatkan status Pananjung menjadi cagar alam, setelah ditemukan bunga langka tumbuh di sana: Raflesia padma.

Lambat laun, wilayah tersebut menjadi tujuan wisata, dan untuk mengakomodasi hal ini, sebagian dari cagar alam, yakni 37.70 Ha, dijadikan sebagai Taman Wisata yang bisa diakses oleh publik. Pada tahun 1990, melengkapi hutan lindungnya, kawasan perairan yang mengelilingi hutan tersebut juga ditetapkan oleh pemerintah sebagai cagar alam laut, seluas 470 Ha. Kini luas wilayah perlindungan biota tersebut mencapai 1000 Ha.

Pada 25 Oktober 2012, Pangandaran disahkan oleh DPR RI sebagai Kabupaten, meliputi 10 kecamatan di sekitarnya.

5 Comments

  1. pangandaran akan menjadi pesaing Bali..bahkan akan lebih dari Bali..harapan saya Pangandaran untuk segera memiliki bandar udara yang besar.
    merdeka untuk kabupaten Ciamis Selatan..!!

  2. go pangandaran!

    salam buat bpk nuryanto pemandu wisata pangandaran,
    by ana ke mugi juraan ciu?

Comments are closed.